Operasional Bank Syari'ah


A.     PENGERTIAN BANK SYARIAH
Pengertian dari Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai  dengan prinsip-prinsip syariat Islam atau bank yang tata cara beroperasinya mengacu pada ketentuan Al Qur’an dan Hadist (Karnaen, 1992).   Pengertian atas  beroperasi dengan prinsip syariat Islam atau mengacu pada ketentuan Al Qur’an dan Hadist  adalah beroperasi bermuamalat secara Islam dengan menjauhi praktek-praktek yang dikhawatirkan mengandung unsur-unsur riba untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan investasi atas dasar bagi hasil dan pembiayaan perdagangan atau berarti mengikuti perintah dan menjauhi larangan yang tercantum dalam Al Qur’an dan Hadist. Riba yang dimaksud adalah Zidayah atau tambahan sedang menurut linguistiknya, riba juga berarti tumbuh membesar,  adapun menurut teknisnya riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil dan bertentangan dengan sistem muamalah dalam Islam (Karnaen, 1992). 

B.     PRINSIP OPERASIONAL BANK SYARIAH

1.      Penghimpunan Dana
a)      Wadi’ah
al wadi’ah  merupakan titipan murni yang setiap saat dapat diambil jika pemiliknya menghendaki.  Secara umum terdapat dua jenis wa’diah yaitu  wadi’ah yad al-amanah dan wadi’ah yad adh dhamamah.  Perbedaan utama dua jenis al wadi’ah tersebut adalah jika pada  wadi’ah yad al-amanah,  harta yang dititipkan tidak boleh dimanfaatkan oleh penerima titipan, sedangkan bagi  wadi’ah yad adh dhamamah, harta titipan boleh dimanfaatkan oleh yang menerima titipan.  Mekanisme dari masing-masing jenis wadi’ah adalah sebagai berikut

Filsafat Materialisme


A.    Pendahuluan 

           Filsafat sendiri berasal dari bahasa yunani phitein (to love, mencintai) dan Sophia (wisdom kebijakan). Seorang tokoh filsafat mengatkan bahwa martabat manusia ditentukan oleh olah pikir dalam menentukan kkebenaran. Olah pikir itulah yang disebut dengan filsafat
         Disini kami sebagai pemakalah akan membahas mendalam tentang filsafat materialisme, mari kita pahami dulu apa arti materialisme,
       Menurut kaum materialis, materialisme adalah suatu yang mebahas tentang sesuatu yang mendasar pada substansi atau kenyataan, dan substansi itu disebut materi. Maksudnya menurut pendapat ini materialisme adalah suatu materi yang dapat dilihat sesuai dengan kenyataan yang ada. Filsafat materialisme kebalikan dari filsafat idealisme.
                                                                                   

  


















BAB HAAL


A.    PENDAHULUAN
Dalam tata cara penyusunan bahasa arab yang baik, dapat diperoleh apabila memenuhi beberapa faktor. Di antanya adalah memenuhi kaidah-kaidah yang digunakan dalam menyusun kalimat Arab, yang antara lain meliputi, Ilmu Nahwu dan Shorof, diantara kajian ilmu tersebut adalah bab haal yang menjadi فضله (tambahan)
Haal adalah isim sifat yang menjadi ma’mul fudllah yang dibaca nashab dan menerangkan tingkahnya Shohibul Haal (pelaku Haal).
Dari devinisi haal tersebut memberi kepahaman bahwa hal berupa kalimah isim seperti Shorih (jelas keisimannya) dan mu’awwal bishorih (dita’wili dengan isim shorih) dan hal dibaca nashob i’rob yang menasobkannya baik secara lafadz atau mahal dan menjelaskan kesamaran haliah/keadaan lafadz yang berbeda sebelumnya.
Dalam penjelasan haal akan lebih dijelaskan secara mendetail dalam pembahasan di bawah ini mengenai pengertian haal dan beberapa ‘amil serta shohibul haal dan haal.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Pengertian Haal
2.      Rangkaian Tarkib Haal
3.      Syarat Haal
4.      Kondisi-kondisi yang Berkaiatan dengan Haal
5.      Faedah Haal
6.      Peletakan Haal, Amil dan Shohibul Haal


Muria Green House

go green indonesia!!!!!

Pengunjung Online

Web Link Exchange
Copyright © 2012 .:k.a.l.i.m.a.s.a.d.a:. All rights reserved.
Wordpress Theme by Templatesnext . Blogger Template by Anshul Dudeja