A. PENDAHULUAN
Dalam tata cara penyusunan bahasa arab yang baik, dapat diperoleh apabila memenuhi beberapa faktor. Di antanya adalah memenuhi kaidah-kaidah yang digunakan dalam menyusun kalimat Arab, yang antara lain meliputi, Ilmu Nahwu dan Shorof, diantara kajian ilmu tersebut adalah bab haal yang menjadi فضله (tambahan)
Haal adalah isim sifat yang menjadi ma’mul fudllah yang dibaca nashab dan menerangkan tingkahnya Shohibul Haal (pelaku Haal).
Dari devinisi haal tersebut memberi kepahaman bahwa hal berupa kalimah isim seperti Shorih (jelas keisimannya) dan mu’awwal bishorih (dita’wili dengan isim shorih) dan hal dibaca nashob i’rob yang menasobkannya baik secara lafadz atau mahal dan menjelaskan kesamaran haliah/keadaan lafadz yang berbeda sebelumnya.
Dalam penjelasan haal akan lebih dijelaskan secara mendetail dalam pembahasan di bawah ini mengenai pengertian haal dan beberapa ‘amil serta shohibul haal dan haal.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Haal
2. Rangkaian Tarkib Haal
3. Syarat Haal
4. Kondisi-kondisi yang Berkaiatan dengan Haal
5. Faedah Haal
6. Peletakan Haal, Amil dan Shohibul Haal

