Showing posts with label ulumul hadits. Show all posts
Showing posts with label ulumul hadits. Show all posts

Hadits Maudlu'


A.       PENDAHULUAN
Kehadiran hadits berfungsi sebagai tabyin wa taudhih terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Tanpa kehadiran hadits, umat Islam tidak mampu menangkap dan merealisasikanhukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an secara mendalam. Dari sini diketahui bahwa hadits mempunyai kedudukan yang sangat penting, namun hadits tidak seperti Al-Qur’an yang secara resmi telah ditulis pada zaman Nabi SAW dan dibukukan pada masa khalifah Abu Bakar al-Shiddiq. Hadits baru ditulis dan dibukukanpada masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz.
Kesenjangan waktu antara sepeninggal Rasulullah SAW dengan pembukuan hadits merupakan kesempatan yang baik bagi para orang-orang atau kelompok tertentu untuk memulai aksinya untuk membuat dan mengatakan sesuatu yang kemudian dinisbatkan kepada Rasulullah SAW, dengan alasan yang dibuat-buat. Inilah yang kemudian disebut dengan hadits maudhu’ atau hadits palsu.

HADITH HADITH DHAIF KARENA TIDAK BERSAMBUNG SANADNYA


A.       PENDAHULUAN
Hadith merupakan sumber ajaran dalam Islam setelah Al-Qur’an. Hadith adalah segala perkataan Nabi saw, perbuatan, dan taqrirnya yang berkaitan dengan syara’ dan ketetapannya.
Dalam mengkaji dan peneliti hadith-hadith Nabi seseorang tidak bisa mengabaikan Ilmu hadith. Dengan ilmu ini, para ulama terdahulu dapat mengetahui kuantitas hadith, apakah ia shahih, hasan, atau dha’if. Dengan ilmu ini pula kita dapat mengetahui apakah hadith itu benar-benar berasal dari nabi atau bukan (maudhu’ hadith palsu).
Dalam makalah ini akan membahas tentang Hadith Dha’if yang tidak bersambung sanadnya, yaitu hadith yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat  hadith shahih dan syarat-syarat hadith hasan. Salah satu sebab hadith menjadi dha’if dikarenakan hadith-hadith tersebut tidak bersambung sanadnya, diantara hadith-hadith tersebut adalah: (a) Mu’allaq; (b) Mursal; (c) Mu’dhal; (d) Munqathi’; (e) Mudallas.

HADITS DHAIF

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam pembuatan hadits dha’if supaya kita mengerti bagaimana pengertian hadits dha’if. Disini diterangkan bahwa hadits dha’if adalah hadits yang lemah, disebabkan karna gugurnya rawi, cacat pada rawi dan matannya, dalam pembahasan ini kita dapat mengetahui bagaimana hadits yang dha’if, maudhu atau hadits yang shahih.
Hadits dha’if ini banyak macam ragamnya oleh karena itu kita harus lebih memahami tentang hadits dha’ifnya. Kemudian tentang kehujahan hadits dha’if ini dapat diamalkan secara mutlak yang berkaitan dengan masalah halal dan haram, kewajiban dengan syarat tidak ada hadits lain, kemudian dipandang baik mengamalkan hal-hal yang dianjurkan dan neninggalkan hal-hal yang dilarang.

Muria Green House

go green indonesia!!!!!

Pengunjung Online

Web Link Exchange
Copyright © 2012 .:k.a.l.i.m.a.s.a.d.a:. All rights reserved.
Wordpress Theme by Templatesnext . Blogger Template by Anshul Dudeja